-->

Cerita Lengkap Legenda Sibiangsa Malaikat Maut Dari Tahah Batak

 Warga Batak ,Cerita Lengkap Legenda Sibiangsa Malaikat Maut Dari Tahah Batak. Sibiangsa Adalah Nama Salah satu Senjata Magis Yang berasal Dari Tanah Batak,Dimana ilmu Magis ini Dipercaya Dulunya digunakan oleh Nenek moyang orang batak sebagai senjata Pamungkas untuk melawan musuh maupun Bertahan Dari Serangan Musuh.Pada Artikel ini,akan membahas Cerita Lengkap Legenda Batak Asal usul ilmu magis sibiangsa,dan Cara pembuatanya yang dikutif dari berbagai Sumber.


Cerita Lengkap Legenda Sibiangsa Malaikat Maut Dari Tahah Batak
Gambar ilustrasi Sibiangsa


Cerita Lengkap Legenda Sibiangsa Malaikat Maut Dari Tahah Batak

 Sibiangsa ritual menyeramkan dan Senjata mematikan dari tanah Batak.sibiangsa adalah sebuah ritual mengerikan yang dipercaya menghasilkan racun atau senjata yang sangat mematikan zaman dulu yang lazim dilakukan oleh nenek moyang orang Batak.


Sibiangsa ini dikenal di beberapa daerah seperti Samosir,Silalahi ,Simalungun dan Tanah Karo. cuman dahulu kala ketakutan terhadap begu ganjang atau blackmagic pada masyarakat batak menyebar dimana-mana.


ketakutan ini mengemuka lewat tuduhan-tuduhan yang Kemudian beberapa rumah dirusak dan beberapa orang diusir atau dibunuh secara sadis di beberapa kampung.


Banyak orang yang menjadi paranoid atau ketakutan dan membabi-buta menuduhkan sesuatu penyakit atau tulang kepada ulah seseorang dukun contohnya

saja yang pernah terjadi Tengah Masa pada tahun 2003 seorang yang dituduh menyandang begu ganjang diseret ke tengah publik dan langsung diramaikan sampai mati di depan Pastor.


Nah,melalui hal ini kita diingatkan kembali bagaimana dulu nenek moyang orang Batak menjaga kehidupan mereka dengan hal-hal berbau mistis seperti sibiangsa.


Struktur kampung pada masa itu dikelilingi oleh Parit dimana di tanami buluduri yang rapat tak tertembus dengan hanya ada satu pintu keluar.


Pada masa itu,antara Kampung dipenuhi oleh rasa defensif dan ofensif saling memerangi dan saling bertahan nah, sibiangsa atau pangulubalang kemudian berkembang dalam rumah paronoid.


primordial atau ketakutan ia diserang oleh Kampung lain dan fungsinya adalah senjata pamungkas magis "piso pangalas dijolo, saong-saong diginjang Jala lapik-lapik ditoru".


Menurut cerita,metode pembuatan sibiangsa adalah dengan mengorbankan seorang anak dan yang paling disukai Adalah hatoban atau hamba atau budak yang dipelihara dengan menggendutkan

memberi makan enak-enak sehingga ia tumbuh gemuk dan subur telinganya lalu dibisikkan Kemana saja engkau saya suruh engkau harus menuruti dalam harapan diberi makan anak itu selalu mengangguk.



Pada hari-h diadakan penyumpah nah hal ini diikuti Tak lama kemudian oleh pamburi burion atau pewadahan.cairan metal ditumpahkan dalam mulut yang disumpahi sampai anak tersebut mati.


Tubuhnya  dicincang dan dimasukkan ke dalam guci atau wadah yang sudah disediakan barang ini menjadi omelet ofensif sampai defensif atau senjata

pemungkas. sesuai janji sumpah si anak maka ia bersedia disuruh kemana dan berbuat apa saja maka seringlah ia disuruh menumpul Hutani musuh atau

menyerang Kampung musuh bisa saja seluruh isi Kampung menjadi gila berkelahi atau mati kena tulah atau penyakit.


Namun  versi lain mengatakan disamosir menurut cerita seorang penduduk bermarga Sitanggang ia mengatakan sibiangsa ini berasal dari seorang bayi terpilih yang kemudian digongseng hidup-hidup sampai mati dan tubuhnya mengeluarkan minyak.


Minyak inilah yang kemudian dimasukkan dalam wadah dan kemudian dipakai sebagai senjata pamungkas oleh Kampung disebut untuk menyerang atau bertahan terhadap serangan.

Sibiangsa juga dikenal di tanah Simalungun dalam buku yang berjudul mitos Simalungun bercerita mengenai kerajaan masa lampau bernama pagar pandai besi ya sekitar abad 16 guru Raya satu bernama Tuan rasain ditunjuk menjadi pengambil keputusan atau sengketa dan kejahatan yang terjadi

di kerajaan,keadilan harus dijalankan biasanya bila perselisihan masih panjang dan belum ada pengakuan kesalahan dari kedua belah pihak atau terus berlarut-larut terdakwa akan dibawa dan dihadapkan ke tempat sakral yaitu cawan sibiangsa.


Nah Cawan ini berbentuk Guci yang ditanam di dalam tanah sepanjang ritual dilakukan yang selalu mengeluarkan uap air mengepul tak habis-habisnya ke atas maka para sengketa terdakwa akan dibawa ke pagar pantai Bosi untuk dipertanyakan kejujurannya di depan tempat sakral.


Dengan cara Marsinggang atau bersumpah setelah mengambil sumpah secara sakral didepan guru Raya ia masih diminta kesungguhannya melalui tiga tahap

pertanyaan kejujuran bertingkat bila ia masih belum mengaku awalnya juga guru Raya akan meminta terdakwa mencelupkan tangannya ke dalam cawan keadilan atau sibiangsa ia mengumpulkan uap tadi, disinilah Kebenaran akan diuji.


Jika ia benar tangannya tetap utuh tetapi jika salah atau tidak jujur sebanyak bagian tangan dimasukkan kedalam cawan tadi akan habis atau tetap tinggal di dalam Cawan yang sangat mengerikan.


terdakwa akan kehilangan sebagian tangannya Dalam tulisannya Sultan Saragih juga menulis penelusuran berikutnya tentang keajaiban daya lebur sibiangsa ini terdapat di Desa Kedokan lagu Raya

Kecamatan sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Sultan saragih ,membeberkan cerita dari sultan Damanik ia mengenalkan wilayah bekas pusat Kerajaan dikenal dengan Pematang harajaon nagur.


Pusat Kerajaan ini dikelilingi oleh tiga lapis Parit pertahanan. Parit tersebut sangat dalam jika kita melongok ke bawah tampak lubang kedalamannya 10-20 m memanjang berbentuk separuh ring.


 Nah,berdasarkan kisah dari orangtuanya Parit dengan kedalaman 10 sampai 20 m diciptakan oleh leluhur Simalungun dengan menggunakan tabung sibiangsa tepung yang sudah diberi kekuatan mantra ditebar sepanjang jalur yang dikehendaki,esoknya tanah yang tersiram oleh tepung tersebut tampak menjadi lebur dan longsor seperti jurang kecil dibawah.


gambaran wilayah Pematang harajaon dengan Parit tiga lapis  ini dapat diibaratkan sebagai pertahanan dikelilingi jurang parit agar musuh tidak mudah masuk. lebih lanjut kata Sultan Saragih Dalam

tulisannya mereka menemukan Gucci sibiangsa terbuat dari tanah liat yang tertanam di atas bukit tepatnya di desa Dolok Malela Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun guci tersebut tak jauh dari lokasi 7 patung yang membentuk lingkaran yang berfungsi penjaga kampung.


Nah, berdasarkan tuturan juru kuncinya guci tersebut sengaja ditutup oleh batu agar tidak mengembalikan daya magis masa lalunya.


itulah tadi adalah sibiangsa ritual menyeramkan dan Senjata mematikan dari tanah Batak jika ada kesalahan dalam penyampaian Cerita Legenda Batak Sibiangsa di atas Mohon dimaafkan.untuk kritik dan saran yang membangun langsung saja tinggalkan di kolom komentar.Horas...!

0 Response to "Cerita Lengkap Legenda Sibiangsa Malaikat Maut Dari Tahah Batak"

Posting Komentar

Silahkan Berikan Komentar Maupun Kritik Yang Membangun Dilarang Meninggalkan Komentar Yang Bersifat Asusila,Narkoba,Mari Hormati Ras,Agama,Dan Budaya.
👋HORAS👋

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel